LITERASI USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP INKLUSI KEUANGAN DAN AKSES PERBANKAN DI GERBANG TERLUAR INDONESIA

  • Nurus Soimah Universitas Kaltara, Bulungan
  • Aslan Aslan Universitas Kaltara, Bulungan

Abstract

Keterbatasan modal merupakan salah satu permasalahan yang dialami oleh UMKM di Kabupaten Nunukan. Hal ini disebabkan UMKM di Kabupaten Nunukan tidak menggunakan jasa perbankan dalam permodalannya. Beberapa alasan yang disampaikan oleh UMKM adalah pengetahuan akan prosedur pinjaman sehingga merasa prosedur pinjaman relatif sulit, UMKM tidak memiliki agunan untuk dapat mengakses dana pinjaman, suku bunga yang diberikan relatif tinggi, dan penolakan proposal yang diajukan, serta kecilnya minat untuk dapat mengakses pinjaman tersebut. Sehingga UMKM di Kabupaten Nunukan memanfaatkan non-formal funding seperti Kredit Canda Kulak (KCK), KUPEDES, KKU, serta pinjaman keluarga. Hal ini diduga disebabkan oleh kurangnya pemahaman UMKM tentang inklusi keuangan dan bagaimana bisa mengakses pinjaman perbankan. Penelitian ini akan berfokus kepada bagaimana sudut pandang usaha mikro serta usaha kecil dalam kebijakan inklusi keuangan dan apa kendala atau hambatan usaha mikro dan kecil di Kabupaten Nunukan dalam mengakses sektor keuangan formal. Analisis data yang digunakan yaitu teknik reduksi dan teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi.

References

Ariani, N., Yuyetta, E. N. A., & Hardiningsih, P. (2020). The Support of Sharia Rural Banks Financing on National Financial Inclusion. International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC), 4(1), 40-50.
Bagianto, A., & Zulkarnaen, W. (2020). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 4(1), 316-332.
Bank Indonesia. (2014). Booklet Keuangan Inklusif. Jakarta: Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM
Beck, D. K., & Levine. (2007). Finance, Inequality and the Poor: Cross-Country Evidenc. Journal of Economic Growth 12(1): 27-49
Direktori Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kab Bulungan 2015. Disperindagkop & UMKM Kabupaten Bulungan.
Hamzah, A., & Suhardi, D. D. (2019). Tingkat Literasi Keuangan Dan Financial Technology Pada Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kuningan. Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi, 5(2), 97-108.
Insani, F. A. (2013). Family Funding Dan Formal Funding Pada Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Di Jepara. Thesis.
Mapuasari, S. A. (2020, May). How Does Financial Inclusion Optimize Bank Savings? a Moderating Function of Financial Literacy. In 5th Sriwijaya Economics, Accounting, and Business Conference (SEABC 2019) (pp. 322-328). Atlantis Press.
Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Morgan, P. J., & Long, T. Q. (2020). Financial literacy, financial inclusion, and savings behavior in Laos. Journal of Asian Economics, 68, 101197.
Muzdalifa, I., Rahma, I. A., & Novalia, B. G. (2018). Peran fintech dalam meningkatkan keuangan inklusif pada UMKM di Indonesia (pendekatan keuangan syariah). Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 3(1).
Nengsih, N. (2015). Peran perbankan syariah dalam mengimplementasikan keuangan inklusif di Indonesia. Jurnal Etikonomi, 14(2).
Ocampo, D., Derviş, K., & Weingarten, R. (2006). Building Inclusive Financial Sectors for Development. United Nations Department of Economic and Social Affairs (DESA) and the United Nations Capital Development Fund (UNCDF).
Putri, H. K. (2019). Analisis pengaruh literasi dan inklusi keuangan terhadap kinerja pelaku usaha kecil dan menengah (ukm)(studi kasus pelaku usaha kecil dan menengah kota malang). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 7(2).
Raharja, S. U. J., & Kostini, N. (2021). Financial literacy of SMEs in Citarum Watershed Area, Indonesia. International Journal of Monetary Economics and Finance, 14(2), 142-151.
Sakti, N. C., Legowo, M., Rinawati, H. S., Sadewo, F. S., Harianto, S., & Utami, D. (2020). The Influence of Muslim Batik Entrepreneurs' Financial Literacy of The Banking Sector on Productivity. al-Uqud: Journal of Islamic Economics, 5(1).
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.
Sukirno, S. (2006). Ekonomi Pembangunan (Edisi Kedua). Jakarta: Kencana.
Tambunan, T. H. T. (2012). Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia: Isu-isu Penting. Jakarta: LP3ES.
Wewengkang, C. B., Mangantar, M., & Wangke, S. J. (2021). The Effect Of Financial Technology Use And Financial Literacy Towards Financial Inclusion In Manado (Case Study: Feb Students In Sam Ratulangi University Manado). Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 9(2).
Winarto, W. W. A. (2020). Effect Of Sharia Financial Technology In Small And Medium Enterprises (Sme). Annals of the University of Craiova for Journalism, Communication and Management, 6(1), 191-208.
World Bank. (2013). Global financial development report 2014: Financial inclusion. The World Bank.
Yumna, A., Cheisviyanny, C., Tasman, A., & Susanti, F. A. (2020, November). The Determinants of Micro, Small and Medium Enterpeises (Msmes) Financial Performance: A Literature Review. In The Fifth Padang International Conference On Economics Education, Economics, Business and Management, Accounting and Entrepreneurship (PICEEBA-5 2020) (pp. 521-525). Atlantis Press.
Published
2020-08-20
How to Cite
Soimah, N., & Aslan, A. (2020). LITERASI USAHA MIKRO, KECIL, MENENGAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP INKLUSI KEUANGAN DAN AKSES PERBANKAN DI GERBANG TERLUAR INDONESIA. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 4(2), 628-638. https://doi.org/10.31955/mea.vol4.iss2.pp628-638