PENGARUH SUMBERDAYA PENGHIDUPAN TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PETANI KOPI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) BUKIT DAUN KABUPATEN LEBONG

  • Siska Novita Sari Br Galingging Universitas Bengkulu
  • Apri Andani Universitas Bengkulu
  • Bembi Akbar Serawai Universitas Bengkulu
  • Deden Djaenudin Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler, BRIN

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis  keragaman sumber daya penghidupan sebagai sumber penerimaan , tingkat kesejahteraan subjektif, serta pengaruh sumber daya penghidupan terhadap kesejahteraan subjektif petani kopi di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bukit Daun, Kabupaten Lebong. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 182 responden yang dipilih dengan metode proportional random sampling. Keragaman sumber daya penghidupan dianalisis menggunakan Livelihood Diversity Index (LDI), sedangkan kesejahteraan subjektif diukur melalui indeks Subjective Well-Being (SWB) yang mencakup kepuasan hidup, afek positif, afek negatif, dan makna hidup. Pengaruh lima modal penghidupan (alam, fisik, finansial, manusia, dan sosial) dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Nilai rata-rata LDI sebesar 0,4185 menunjukkan bahwa petani mulai melakukan diversifikasi sumber penghidupan, meskipun masih didominasi sektor pertanian. Nilai kesejahteraan subjektif sebesar 64,83 persen menunjukkan bahwa petani umumnya cukup puas dengan hidupnya, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan. Hasil regresi menunjukkan bahwa sumber daya penghidupan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Secara parsial, luas lahan dan keaktifan dalam kelompok masyarakat berpengaruh positif signifikan, sedangkan luas lantai rumah, simpanan, dan lama pendidikan formal tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan: Keragaman sumber penghidupan menunjukkan adanya upaya diversifikasi yang masih didominasi sektor pertanian. Tingkat kesejahteraan subjektif petani tergolong cukup baik meskipun terdapat keterbatasan. Sumber daya penghidupan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan subjektif, terutama melalui luas lahan dan keaktifan dalam kelompok masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan akses lahan dan modal sosial perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan HKm guna meningkatkan kesejahteraan subjektif petani secara berkelanjutan.

References

A. Christian, “Household Assets and Well-Being in Rural Economies,” World Development 134 (2020): 105–112.
Arini, D. 2020. Analisis kesejahteraan subjektif rumah tangga petani di wilayah pedesaan.
Arsa, I. K. 2024. Livelihood assets and subjective well-being of rural households. Journal of Rural Development, 45(1): 55–68 August, 1–17. https://doi.org/10.1111/agec.12864
Badan Pusat Statistik. (2023). Indikator kesejahteraan rakyat. Jakarta: BPS.
Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Ketahun. (2020). Data kawasan Hutan Lindung Bukit Daun. Bengkulu.
Chan, Y., & Wong, K. 2021. Social capital and subjective well-being in rural communities.
Christian, A. 2020. Household assets and well-being in rural economies. World Development, 134: 105–112.
Clair, A. 2019. Housing conditions and subjective well-being. Housing Studies, 34(1): 1–22.
DFID, Sustainable Livelihood Guidance Sheets (London: Department for International Development, 1999).
DFID. (1999). Sustainable livelihoods guidance sheets. London: Department for International Development.
Diener, E., Suh, E., Lucas, R., & Smith, H. (1999). Subjective well-being: Three decades of progress. Psychological Bulletin, 125(2), 276–302.
E. Diener et al., “Subjective Well-Being: Three Decades of Progress,” Psychological Bulletin 125, no. 2 (1999): 276–302.
Ellis, F. (2000). Rural livelihoods and diversity in developing countries. Oxford: Oxford University Press.
Frank Ellis, Rural Livelihoods and Diversity in Developing Countries (Oxford: Oxford University Press, 2000).
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Irsyad, M. 2020. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga petani. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(1): 12–20.
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 16(2): 145–154.
K. Kraft, “Livelihood Diversification and Rural Household Welfare,” Journal of Development Studies 59, no. 4 (2023): 615–628.
KLHK. (2021). Perhutanan Sosial. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia.
Kraft, K. 2023. Livelihood diversification and rural household welfare. Journal of Development Studies, 59(4): 615–628.
Kurniawati, D. 2021. Modal sosial dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 19(2): 87–96.
L. Niu, C. Lu, dan R. Sun, “The Impact of Livelihood Capital on Subjective Well-Being of New Professional Farmers,” 2023.
L. Qing, “Livelihood Diversification and Subjective Well-Being among Rural Households,” Sustainability 16, no. 2 (2024): 1120.
Minot, N., Epprecht, M., Anh, T. T. T., & Trung, L. Q. (2006). Income diversification and poverty in the Northern Uplands of Vietnam. Washington DC: IFPRI.
Nikolaev, B. 2018. Financial satisfaction and subjective well-being. Journal of Economic Psychology, 66: 103–117.
Niu, L., Lu, C., & Sun, R. (2023). The Impact of Livelihood Capital on Subjective Well-Being of New Professional Farmers : Evidence from China.
OECD, Guidelines on Measuring Subjective Well-Being (Paris: OECD Publishing, 2013).
Pede, V. O., Ibrahim, M., Mohammed, S., Antonio, R. J., & Valera, H. G. (2024). Livelihood diversification and household welfare among farm households in the Philippines.
Pratiwi, N. 2022. Modal penghidupan dan kesejahteraan rumah tangga petani. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 6(3): 812–821.
Pretty, J., & Bharucha, Z. P. (2014). Sustainable intensification in agricultural systems. Annals of Botany, 114(8), 1571–1596.
Priyatno, D. (2011). Belajar cepat olah data statistik dengan SPSS. Yogyakarta: Andi
Qing, L. 2024. Livelihood diversification and subjective well-being among rural households.
R. Sari dan A. Pratama, “Livelihood Assets and Farmers’ Welfare,” Jurnal Agribisnis Indonesia 11, no. 2 (2023): 98–110.
Sari, R., & Pratama, A. 2023. Livelihood assets and farmers’ welfare. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(2): 98–110.
Scoones, I. (2015). Sustainable livelihoods and rural development. Rugby: Practical Action
Sustainability, 13(8): 4215. Sustainability, 16(2): 1120.
Y.Chan dan K. Wong, “Social Capital and Subjective Well-Being in Rural Communities,” Sustainability 13, no. 8 (2021): 4215.
Zulkarnaen, W., Fitriani, I., & Yuningsih, N. (2020). Pengembangan Supply Chain Management Dalam Pengelolaan Distribusi Logistik Pemilu Yang Lebih Tepat Jenis, Tepat Jumlah Dan Tepat Waktu Berbasis Human Resources Competency Development Di KPU Jawa Barat. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 4(2), 222-243. https://doi.org/10.31955/mea.vol4.iss2.pp222-243.
Published
2026-06-19
How to Cite
Galingging, S. N. S. B., Andani, A., Serawai, B. A., & Djaenudin, D. (2026). PENGARUH SUMBERDAYA PENGHIDUPAN TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PETANI KOPI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) BUKIT DAUN KABUPATEN LEBONG. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 10(2), 565-578. https://doi.org/10.31955/mea.v10i2.7525
Section
Articles