Hadiah/Gratifikasi dan Suap Sebagai Pemahaman Perilaku Korupsi dalam Perspektif Administrasi Publik

  • Rahmat Salam University of Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

Abstract

Pemberian hadiah sudah umum dilakukan oleh masyarakat seluruh dunia sebagai wujud rasa terima kasih atau kasih sayang sseseorang. Ketika terjadi pemberian maupun pertukaran hadiah akan memperkuat ikatan sosial diantara mereka. Akan tetapi jika pemberian hadiah itu memiliki maksud atau tendensi tertentu dan bukan dari pribadi akan tetapi dari sumber yang  berasal dari organisasi atau pemerinth maka ada kemungkinan pemberian hadiah itu menjadi suap. Variabel kunci dalam hal ini adalah bukan nilai dari hadiah tersebut akan tetapi keterbukaan transaksinya. Penelitian ni mencoba untuk mengungkapkan perbedaan pemberian hadiah , gratifikasi dan suap dalam perspektif administrasi public. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk dapat mengggali dan memahami dan membedakan secara analitis berbagai praktek pemberian dan memperjelas konseptual dari makna hadiah dan suap.

References

Bjørnskov, C. (2003). Corruption and social capital. Aarhus: Aarhus School of Business.
Breslin, D., & Wood, G. (2016). Rule breaking in social care: hierarchy, contentiousness and informal rules. Work, employment and society, 30(5), 750-765.
Butarbutar, R. (2017). Modus Operandi dan Pertanggungjawaban Pidana Suap Korporasi. Jurnal Ilmu Hukum, 4.
Carrier, J. (1990). Gifts in a world of commodities: the ideology of the perfect gift in American society. Social Analysis: The International Journal of Social and Cultural Practice, (29), 19-37.
Cox, G. W., & Kousser, J. M. (1981). Turnout and rural corruption: New York as a test case. American Journal of Political Science, 646-663.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Duggan, M., & Levitt, S. D. (2002). Winning isn't everything: Corruption in sumo wrestling. American Economic Review, 92(5), 1594-1605.
Easter, L., Yaqin, M. A., Fatah, A., Purba, L., & Paradisha, N. Z. (2014). Studi Tentang Penerapan Pasal Gratifikasi yang Dianggap Suap pada Undang-Undang Tipikor.
Green, R. T., & Alden, D. L. (1988). Functional equivalence in cross‐cultural consumer behavior: Gift giving in Japan and the United States. Psychology & Marketing, 5(2), 155-168.
Haliim, W. (2017). Perspektif Pertukaran Sosial dalam Perilaku Politik Masyarakat pada Pilkada Kota Malang 2013. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 2(2), 201-226.
Hess, D. (2009). Catalyzing corporate commitment to combating corruption. Journal of Business Ethics, 88(4), 781-790.
Komter, A. (2007). Gifts and social relations: The mechanisms of reciprocity. International Sociology, 22(1), 93-107.
Lange, D. (2008). A multidimensional conceptualization of organizational corruption control. Academy of Management Review, 33(3), 710-729.
Lonkila, M. (1997). Informal exchange relations in post-soviet Russia: a comparative perspective. Sociological Research Online, 2(2), 71-90.
Marbun, S. K. (2018). Studi nalar hadis tentang praktik korupsi, gratifikasi, dan suap (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatea Utara Medan).
Michailova, S., & Worm, V. (2003). Personal Networking in Russia and China:: Blat and Guanxi. European management journal, 21(4), 509-519.
Mubarok, J., Hasanudin, H., & Sanrego, Y. D. (2016). Fatwa tentang Hadiah Di Lembaga Keuangan Syariah. MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 37(2).
Mustofa, M. (2013). Suap Menyuap dan Mafia Peradilan di Indonesia: Telaah Kriminologis. Masalah-Masalah Hukum, 42(1), 1-5.
Newburn, T., & Webb, B. (1999). Understanding and preventing police corruption: lessons from the literature.
Prabowo, R. M. (2014). Fenomena Pergeseran Budaya Pemberian Hadiah (贈答文化 (ぞうとうぶんか)) dalam Tradisi Masyarakat Jepang. Humaniora, 5(2), 1122-1133.
Rose-Ackerman, S. (1998). Bribes and gifts. Economics, values, and organization, 296-328.
Schrift, A. D. (1997). Why Gift?. s introduction in Schrift, ed., The Logic of the Gift: Toward an Ethic of Generosity. New York: Routledge.
Siswanto, D. (2013). Korupsi sebagai bentuk kejahatan transnasional terorganisir. Masalah-Masalah Hukum, 42(1), 123-130.
Soemanto, R. (2014). Pemahaman Masyarakat Tentang Korupsi. Yustisia Jurnal Hukum, 3(1).
Sugiantari, A. A. P. W. (2017). Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi dalam Perspektif Penggunaan Wewenang oleh Pejabat Publik. Jurnal Advokasi, 7(1).
Sukmayeti, E. (2017). Redefinisi Suap Dalam Birokrasi Menurut Etika Islam Tentang Risywah.
Whatley, M. A., Webster, J. M., Smith, R. H., & Rhodes, A. (1999). The effect of a favor on public and private compliance: How internalized is the norm of reciprocity?. Basic and Applied Social Psychology, 21(3), 251-259.
Yan, Y. (2012). The gift and gift economy. In A Handbook of Economic Anthropology, Second Edition. Edward Elgar Publishing.
Published
2018-12-06
How to Cite
Salam, R. (2018). Hadiah/Gratifikasi dan Suap Sebagai Pemahaman Perilaku Korupsi dalam Perspektif Administrasi Publik. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 2(3), 195-208. https://doi.org/10.31955/mea.vol2.iss3.pp192-205