Dampak Green Tourism Bagi Pariwisata Berkelanjutan Pada Era Revolusi Industri 4.0

  • I Made Adnyana Universitas Nasional Jakarta

Abstract

Pariwisata merupakan kegiatan ekonomi ketiga terbesar setelah minyak dan mobil. Pada Industri 4.0 ini konsep pariwisata berkelanjutan merupakan hal yang banyak dibicarakan para ahli.Dan bicara konsep pariwisata berkelanjutan tidak bisa lepas dari pariwsata hijau atau yang lebih di kenal dengan istilah green tourism. Konsep green tourism akan sangat menarik bagi setiap aktor yang terlibat di sektor pariwisata  karena trend yang ada dewasa ini masyarakat makin peduli tentang kelestarian alam dam pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dampak konsep green tourism bagi sektor pariwisata berkelanjutan di era revolusi 4.0 ini. Qualitative approach dengan metode deskriptif dipakai dalam penelitian ini untuk mmberikan gambaran atas obyek yang di teliti. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa green tourism memberikan pengaruh yang besar bagi pariwisata berkelanjutan dikarenakan konsep green tourism ini sangat mengutamakan konsep bersahabat dengan alam dan lingkungan serta memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian masyarakat lokal yang secara ekonomi belum terentuh pemberdayaan oleh pemerintah. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa adanya revolusi 4.0 memberikan dampak postif dan negatif bagi pengembangan ekowisata yang pada akhirnya juga berpengaruh bagi perkembangan wisata berkelanjutan.

References

Arismayanti, N. K. (2015). Pariwisata Hijau Sebagai Alternatif Pengembangan Desa Wisata di Indonesia. Jurnal Analisis Pariwisata, 15(1), 1-15.
Azam, M., & Sarker, T. (2011). Green Tourism in The Context of Climate Change Towards Sustainable Economic Development in The South Asian Region. Journal of Environmental Management and Tourism, 1(3), 6-15.
Björk, P. (2000). Ecotourism From A Conceptual Perspective, An Extended Definition of A Unique Tourism Form. International journal of tourism research, 2(3), 189-202.
Brohman, J. (1996). New Directions in Tourism for Third World Development. Annals of tourism research, 23(1), 48-70.
CNNIndonesia.com, (2019). Menjaring Wisatawan Milenial Lewat Tourism 4.0.
Creswell, J. W. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Durbarry, R. (2004). Tourism and Economic Growth: The Case of Mauritius. Tourism Economics, 10(4), 389-401.
Erdogan, N., & Tosun, C. (2009). Environmental Performance of Tourism Accommodations in The Protected Areas: Case of Goreme Historical National Park. International journal of hospitality management, 28(3), 406-414.
Evita, R., Sirtha, I. N., & Sunartha, I. N. (2012). Dampak Perkembangan Pembangunan Sarana Akomodasi Wisata terhadap Pariwisata Berkelanjutan di Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Denpasar: Universities Udayana.(16 Juni 2014, 6: 05 PM).
Fandeli, C. (2000). Ecotourism Business. Faculty of Forestry. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta with Pustaka Pelajar and Natural Resource Conservation Unit.
Febriandhika, I., & Kurniawan, T. (2019). Membingkai Konsep Pariwisata yang Berkelanjutan Melalui Community-Based Tourism: Sebuah Review Literatur. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 3(2), 50-56.
Frederick, M. (1993). Rural Tourism and Economic Development. Economic Development Quarterly, 7(2), 215-224.
Furqan, A., Som, A. P. M., & Hussin, R. (2010). Promoting Green Tourism for Future Sustainability. Theoretical and empirical researches in urban management, 5(8 (17), 64-74.
Hasan, A. (2014). Green Tourism. Media Wisata, 12(1).
Hong, S. K., Kim, S. I., & Kim, J. H. (2003). Implications of Potential Green Tourism Development. Annals of Tourism Research, 30(2), 323-341.
Jones, A. (1987). Green tourism. Tourism management, 8(4), 354-356.
Kumar, V., Rahman, Z., & Kazmi, A. A. (2016). Stakeholder Identification And Classification: A Sustainability Marketing Perspective. Management Research Review.
Kurniawati, R., & MM, M. (2013). Modul pariwisata berkelanjutan. 
Lane, B. (1994). What is Rural Tourism?. Journal of Sustainable Tourism, 2(1-2), 7-21.
Linberg, K. (2002). The Economic Impacts of Ecotourism. Charles Sturt University
Liu, Z. (2003). Sustainable Tourism Development: A Critique. Journal of Sustainable Tourism, 11(6), 459-475.
McDonagh, P., & Prothero, A. (2014). Sustainability Marketing Research: Past, Present and Future. Journal of Marketing Management, 30(11-12), 1186-1219.
Meler, M., & Ham, M. (2012). Green Marketing gor Green Tourism. In Faculty of Tourism and Hospitality Management in Opatija. Biennial International Congress. Tourism & Hospitality Industry (p. 130). University of Rijeka, Faculty of Tourism & Hospitality Management.
Moleong, L. J. (2012). Metodologi penelitian kualitatif (Cet. Ke-30.). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Obot, F., & Setyawan, D. (2019). Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Batu dalam Mewujudkan Kota Pariwisata Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(3).
Polonsky, M. J., & Rosenberger III, P. J. (2001). Reevaluating Green Marketing: A Strategic Approach. Business horizons, 44(5), 21-30.
Rahadian, A. H. (2016)). Strategi Pembangunan Berkelanjutan. In Prosiding Seminar STIAMI (Vol. 3, No. 1, pp. 46-56).
Risman, A., Wibhawa, B., & Fedryansyah, M. (2016). Kontribusi Pariwisata Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1).
Romeril, M. (1985). Tourism and The Environment—Towards A Symbiotic Relationship: (Introductory Paper). International Journal of Environmental Studies, 25(4), 215-218.
Ross, A. (2016). Pengantar Keuangan Perusahaan, Buku 2. Jakarta: Salemba empat
Sadler, P. G., & Archer, B. H. (1975). The Economic Impact of Tourism in Developing Countries. Annals of tourism research, 3(1), 15-32.
Santoso, P. (2016). Respon Masyarakat dan Pemerintah Desa dalam Menangkap Peluang Pengembangan Pariwisata di Bawean. Jurnal BioKultur, 5.
Singh, P. (2010). Green Marketing: Opportunity for Innovation and Sustainable Development. Available at SSRN 1636622.
Sugiyono, P. D. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.
Sutiarso, M. A. (2018). Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Melalui Ekowisata. OSF Preprints
Votsi, N. E. P., Mazaris, A. D., Kallimanis, A. S., & Pantis, J. D. (2014). Natural Quiet: An Additional Feature Reflecting Green Tourism Development in Conservation Areas of Greece. Tourism Management Perspectives, 11, 10-17.
Widyastuti, A. R. (2010). Pengembangan Pariwisata yang Berorientasi pada Pelestarian Fungsi Lingkungan. Jurnal Ekosains, 2(3), 69-82.
Wilkinson, P. F., & Pratiwi, W. (1995). Gender and Tourism in an Indonesian Village. Annals of tourism research, 22(2), 283-299.
Zamfir, A., & Corbos, R. A. (2015). Towards Sustainable Tourism Development in Urban Areas: Case Study on Bucharest As Tourist Destination. Sustainability, 7(9), 12709-12722.
Zulkarnaen, W., Bagianto, A., Sabar, & Heriansyah, D. (2020). Management accounting as an instrument of financial fraud mitigation. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, 24(3), 2471–2491. https://doi.org/10.37200/IJPR/V24I3/PR201894
Published
2020-11-28
How to Cite
Adnyana, I. M. (2020). Dampak Green Tourism Bagi Pariwisata Berkelanjutan Pada Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi), 4(3), 1582-1592. https://doi.org/10.31955/mea.vol4.iss3.pp1582-1592